Selasa, 17 Mei 2011
Senyum
Ia tersenyum pada lelaki tak dikenal yang murung itu.
Senyum itu tampaknya membuat perasaannya lebih baik.
Lelaki itu teringat kebaikan seorang teman dulu
dan menyuratinya untuk berterima kasih.
Temannya sangat senang menerima surat itu
sehingga ia meninggalkan tip besar saat makan siang.
Si pelayan, terkejut melihat jumlah tip itu,
mempertaruhkan semuanya mengikuti firasatnya.
Besoknya ia mengambil uang yang dimenangkannya,
dan memberi sebagian pada lelaki di jalan.
Lelaki di jalan itu merasa bersyukur;
karena sudah dua hari ia tak makan.
Setelah ia selesai makan,
ia pulang ke kamarnya yang sempir dan kumuh.
Dalam perjalanan ia memungut anak anjing yang kedinginan
dan membawanya ke rumah supaya hangat.
Anak anjing itu sangat bersyukur
tak lagi di luar didera badai.
Malamnya rumah itu terbakar.
Anak anjing itu menggonggong memberi peringatan.
Ia menggonggong hingga seluruh isi rumah terbangun
dan menyelamatkan semua orang dari bahaya.
Salah satu anak yang diselamatkannya
tumbuh dewasa menjadi Presiden.
Semua ini karena sebuah senyum
yang tak membutuhkan uang satu sen pun.
Langganan:
Postingan (Atom)
